Gelombang resign setelah Lebaran telah menjadi fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Fenomena tersebut juga kembali terjadi di tahun 2026. Banyak karyawan yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan lamanya, dan mencari perusahaan baru setelah Lebaran. Direktur OLX, Agung Iskandar, mengungkap bahwa jumlah pencari kerja di platform OLX melonjak tajam hingga lebih dari 140% pada minggu ketiga setelah Lebaran. Ini mengindikasikan adanya lonjakan signifikan turnover karyawan dalam periode tersebut.
Memahami Fenomena Turnover Karyawan Setelah Lebaran
Banyak pihak mengaitkan keputusan karyawan untuk resign hanya sebatas karena mereka sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Penjelasan ini memang terdengar masuk akal. Namun jika dilihat lebih dalam, lonjakan turnover karyawan setelah Lebaran tidak sesederhana itu. Lebaran hanyalah momentum, bukan penyebab utama yang mendorong karyawan untuk resign.
Dalam obrolan sehari-hari, niat untuk resign sering jadi topik yang umum di berbagai perusahaan. Karyawan seringkali menyampaikan rencananya untuk keluar dari perusahaan, dan waktu yang umum dipilih adalah setelah THR cair. Alasannya sederhana, mereka ingin keluar setelah hak finansial tetap didapat sebelum keluar. Jika mereka keluar sebelum lebaran, hak THR mereka hangus.
Artinya, keputusan resign bukan reaksi spontan setelah menerima THR. Niat tersebut sudah terbentuk sebelumnya. Hal ini juga disampaikan oleh Ria Novita, Talent Acquisition Manager Jobstreet. Ia menyebut, karyawan yang memutuskan resign setelah lebaran umumnya sudah berniat sejak jauh hari. THR hanya menjadi titik waktu yang dianggap paling aman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ada masalah turnover karyawan yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Perusahaan tidak pernah mendeteksi masalah ini, dan membiarkannya berlarut-larut. Saat masalah terjadi, memang tidak langsung muncul gelombang resign. Tapi, itu bukan karena kondisi internal benar-benar baik-baik saja.
Alasan Utama Turnover Karyawan Setelah Lebaran
Turnover karyawan sering dikaitkan dengan gaji yang tidak kompetitif. Anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Survei Michael Page menunjukkan bahwa alasan utama karyawan Indonesia resign dari perusahaannya adalah kemajuan karier dan promosi yang tidak jelas (25% responden). Angka ini lebih tinggi dibanding work-life balance di posisi kedua (19% responden), dan mencari perubahan kerja di posisi ketiga (18% responden).
Masalah kemajuan karier biasanya muncul karena jalur promosi tidak transparan. Karyawan tidak memahami apa yang harus dicapai untuk naik level. Evaluasi kinerja juga sering tidak terhubung dengan peluang pengembangan. Dalam jangka waktu tertentu, kondisi ini menurunkan motivasi kerja. Karyawan merasa stagnan dan tidak melihat masa depan yang jelas. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu lonjakan turnover karyawan di dalam organisasi.
Peran Prevue Assessment dalam Pengembangan dan Retensi
Fenomena gelombang resign setelah Lebaran bisa dicegah jika perusahaan fokus pada akar masalahnya. Mengingat bahwa penyebab utama turnover karyawan di Indonesia adalah pengembangan karier dan promosi yang tidak transparan, perusahaan perlu merancang program pengembangan yang lebih tepat sasaran. Program pengembangan karier tidak boleh dibuat generik, karena kebutuhan dan potensi setiap karyawan berbeda. Di sinilah Prevue Assessment by Prevue HR dapat membantu.

Prevue Assessment dapat digunakan untuk mengukur berbagai karakteristik karyawan, termasuk ability measures, interest atau motivation scales, personality scales, dan working characteristics. Informasi ini dapat digunakan untuk membangun strategi pengembangan yang memanfaatkan kekuatan karyawan sekaligus membantu mengelola area yang masih perlu diperbaiki.
Dalam konteks coaching dan pengembangan, laporan seperti Prevue Corporate Coach Report dapat membantu coach memahami profil unik karyawan, membuka diskusi yang lebih bermakna, serta memberikan feedback yang lebih relevan dengan nilai, kebutuhan, dan tujuan individu.
Dengan data yang lebih jelas, HR tidak hanya menebak kebutuhan pengembangan, tetapi dapat merancang program yang lebih personal dan terarah.
Succession Planning: Persiapan, Bukan Sekadar Pemilihan Pengganti
Selain itu, perusahaan juga harus perlu membangun succession planning yang lebih matang. Prevue HR menekankan bahwa succession planning bukan sekadar memilih siapa yang akan menggantikan posisi tertentu, tetapi mempersiapkan organisasi agar selalu memiliki pemimpin yang tepat ketika perubahan terjadi. Perencanaan suksesi juga membantu perusahaan mengidentifikasi talenta dengan kemampuan unik, menemukan gap kompetensi, dan menyiapkan pengembangan yang lebih tepat sasaran.
Ini penting karena turnover karyawan sering menjadi masalah besar ketika perusahaan tidak punya kandidat internal yang siap menggantikan posisi penting. Akibatnya, organisasi harus mencari pengganti dari luar, mengeluarkan biaya rekrutmen lebih besar, dan menghadapi risiko adaptasi yang lebih tinggi.
Dengan succession planning yang baik, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak kehilangan karyawan, tetapi juga membangun jalur pengembangan yang lebih jelas bagi talenta internal.
Dari Retensi ke Pengembangan yang Lebih Terstruktur
Mencegah turnover karyawan tidak bisa dilakukan hanya dengan menaikkan gaji atau memberikan benefit tambahan. Kompensasi memang penting, tetapi retensi jangka panjang membutuhkan kejelasan arah, kualitas kepemimpinan, dan peluang berkembang yang nyata.
Perusahaan perlu mulai bertanya:
- Apakah karyawan memahami jalur kariernya?
- Apakah promosi dilakukan berdasarkan data dan kesiapan peran?
- Apakah ada program pengembangan yang sesuai dengan potensi individu?
- Apakah organisasi memiliki talent pool internal untuk posisi kritis?
Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena turnover karyawan sering kali muncul ketika organisasi gagal memberi kejelasan tentang masa depan karyawan di dalam perusahaan.
Sumber:
- https://www.tempo.co/ekonomi/jobstreet-ungkap-penyebab-fenomena-resign-usai-lebaran-2125067
- https://economy.okezone.com/read/2026/04/20/622/3213614/tren-pencarian-kerja-naik-ini-daftar-pekerjaan-yang-paling-banyak-diburu
- https://karier.bisnisindonesia.id/article/bukan-cuma-gaji-ini-sederet-alasan-pekerja-indonesia-resign
- Prevue HR System. Succession Planning: Preparation, Not Pre-Selection.
- Hiring Solutions. Prevue Assessment Development and Coaching.
- Prevue HR System. Assessments & Talent Solutions.



