Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar bagi proses rekrutmen. Laporan HireVue yang dikutip Staffing Industry menunjukkan penggunaan AI secara mingguan di kalangan profesional HR meningkat dari 58 persen pada 2024 menjadi 72 persen pada 2025. AI technology dapat membantu mempercepat berbagai pekerjaan dalam rekrutmen, tetapi peningkatan penggunaan teknologi tidak berarti proses seleksi dapat sepenuhnya diserahkan kepada AI.
AI technology dapat membantu memproses lamaran dalam jumlah besar, mengotomatisasi pekerjaan administratif, dan mendukung recruiter dalam menemukan kandidat berdasarkan kriteria tertentu. Namun, efisiensi bukan berarti akurasi otomatis terjamin. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana teknologi, data kandidat, dan penilaian manusia digunakan bersama dalam proses rekrutmen.
Keterbatasan AI dalam Menilai Kandidat
AI technology dapat membantu mempercepat screening, tetapi informasi dalam resume tetap memiliki keterbatasan. Resume menggambarkan pengalaman, pendidikan, keterampilan, dan pencapaian yang dipilih kandidat, tetapi tidak selalu memberikan gambaran lengkap tentang kemampuan dan perilaku seseorang.
Hal ini menjadi semakin relevan ketika kandidat menggunakan AI technology untuk membantu membuat atau menyesuaikan resume. Studi ResumeLab yang dikutip Forbes terhadap 1.914 responden menemukan 70 persen responden mengaku pernah berbohong dalam resume. Temuan ini tidak berarti seluruh resume tidak dapat dipercaya, tetapi menunjukkan bahwa informasi pada resume sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar penilaian kandidat.
Dengan demikian, penggunaan AI technology dalam screening perlu dilengkapi dengan metode lain yang dapat memberikan bukti tambahan mengenai kemampuan kandidat. Tantangannya bukan memilih antara teknologi atau manusia, melainkan menentukan bagaimana masing-masing dapat digunakan untuk menghasilkan keputusan yang lebih terinformasi.
Pentingnya Asesmen Karyawan dalam Rekrutmen dengan AI
Pre-employment assessment dapat menjadi salah satu lapisan tambahan dalam proses seleksi. Asesmen karyawan dapat membantu perusahaan memperoleh informasi mengenai aspek yang tidak selalu terlihat dari resume, seperti kemampuan berpikir, karakteristik kepribadian, motivasi, atau work ethic, tergantung pada alat dan laporan yang digunakan.
Data dari asesmen dapat digunakan bersama informasi dari resume, wawancara, dan AI technology untuk membentuk gambaran kandidat yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini membantu HR tidak hanya melihat apakah kandidat terlihat memenuhi kriteria di atas kertas, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian karakteristik kandidat dengan tuntutan pekerjaan.
Namun, asesmen bukan pengganti keputusan manusia. Hasilnya perlu diinterpretasikan sesuai konteks posisi dan digunakan bersama sumber informasi lain yang relevan. Dengan pendekatan tersebut, AI technology berfungsi sebagai pendukung efisiensi, sementara data asesmen dan human insight membantu memperkaya dasar pengambilan keputusan.
Formula Rekrutmen yang Efektif

Formula rekrutmen yang efektif bukan tentang memilih AI technology atau manusia. AI technology dapat membantu mempercepat proses seperti screening awal, pengelolaan data, dan pekerjaan administratif. Di sisi lain, asesmen karyawan dapat memberikan data tambahan mengenai kemampuan dan karakteristik kandidat yang relevan dengan pekerjaan.
Kombinasi tersebut memungkinkan HR memanfaatkan AI technology tanpa mengabaikan human insight. Data dari asesmen dapat membantu recruiter mengevaluasi kandidat secara lebih menyeluruh. Sementara manusia tetap berperan dalam memahami konteks, melakukan wawancara, dan mengambil keputusan akhir.
Pendekatan ini juga membantu perusahaan menghindari anggapan bahwa semakin cepat proses rekrutmen, semakin baik hasilnya. Tujuan akhirnya bukan sekadar mempercepat hiring, tetapi membangun proses yang konsisten, terukur, dan mampu membantu perusahaan menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Mengoptimalkan Proses Rekrutmen dengan Prevue
Prevue dapat menjadi salah satu alat pendukung dalam proses tersebut. Prevue menyediakan assessment yang melihat abilities, motivations, dan personality melalui Job Fit, sementara Work Ethic memberikan informasi tambahan mengenai karakteristik perilaku yang berkaitan dengan etos kerja. Data ini dapat melengkapi informasi yang diperoleh dari resume, wawancara, dan AI technology.
Dengan memadukan AI technology, data asesmen, dan human insight, HR dapat membangun proses seleksi yang lebih menyeluruh tanpa bergantung pada satu sumber informasi saja. Prevue tidak menggantikan keputusan manusia, tetapi membantu menambahkan bukti terstruktur agar keputusan rekrutmen dapat dibuat secara lebih terinformasi. Hubungi Quintave untuk mempelajari bagaimana Prevue dapat melengkapi proses rekrutmen organisasi Anda.
Source:
https://www.staffingindustry.com/news/global-daily-news/ai-adoption-among-hr-professionals-rises-to-72
https://www.forbes.com/sites/bryanrobinson/2023/11/05/70-of-workers-lie-on-resumes-new-study-shows/
https://www.prevuehr.com/resources/insights/strategic-hiring-in-the-age-of-ai-the-power-of-pre-employment-assessments/



