Workshop leadership (pelatihan kepemimpinan) sering digunakan perusahaan untuk membantu manajer memperkuat cara mereka memimpin, mengambil keputusan, dan bekerja melalui tim. Namun, pengembangan kepemimpinan akan lebih bermakna ketika kebutuhan pengembangannya dikaitkan dengan pekerjaan dan peran yang benar-benar dijalankan.
Artikel Association for Talent Development (ATD) mengutip State of Leadership Development Report dari Harvard Business School yang menemukan 75% organisasi menilai program pengembangan kepemimpinan mereka “tidak terlalu efektif”. Temuan ini bukan berarti workshop leadership tidak bermanfaat. Namun, program tersebut perlu memiliki konteks dan sasaran yang jelas, serta penerapan yang relevan dalam pekerjaan.
Pengukuran Kapabilitas dan Program Pengembangan Kepemimpinan
Development Dimensions International (DDI) juga menunjukkan manfaat menggabungkan pengembangan dengan asesmen. Dalam Leadership Transitions Report 2021, sekitar 28% organisasi yang memiliki program pengembangan berkualitas melaporkan cadangan pemimpin yang kuat untuk peran kritis. Angkanya meningkat menjadi 38% pada organisasi yang menggabungkan pengembangan berkualitas dengan asesmen.
Temuan tersebut perlu dibaca dengan hati-hati: asesmen tidak otomatis membuat program pengembangan kepemimpinan efektif. Namun, data asesmen dapat membantu organisasi memahami kekuatan, kesenjangan, dan kesiapan pemimpin, sehingga fokus pengembangan tidak hanya berdasarkan asumsi.
Karena itu, sebelum merancang materi workshop leadership, organisasi perlu memahami terlebih dahulu apa yang ingin dikembangkan. Program yang sama untuk semua peserta berisiko kurang relevan jika tantangan mereka berbeda dari sisi peran, level pekerjaan, pengetahuan, maupun praktik manajerial.
Asesmen dapat menjadi salah satu masukan diagnostik untuk menentukan fokus workshop leadership. Dalam konteks Requisite Organization, diagnosis tersebut perlu mempertimbangkan kesesuaian kapabilitas individu dengan kompleksitas pekerjaan. Penilaian ini tidak cukup hanya didasarkan pada daftar kompetensi atau gaya kepemimpinan.
Apa yang Diukur dalam Asesmen Kapabilitas?
Dalam Requisite Organization, kapabilitas tidak sekadar berarti kecerdasan, kemampuan komunikasi, atau hasil kerja. Current Potential Capability (CPC) menggambarkan level kerja tertinggi yang secara potensial dapat ditangani seseorang saat ini, dalam pekerjaan yang ia hargai dan ketika ia memiliki Skilled Knowledge yang diperlukan.

Current Applied Capability (CAC) berbeda dari CPC. CAC menggambarkan level kapabilitas yang benar-benar diaplikasikan seseorang dalam peran tertentu dan merupakan fungsi dari CPC, Values/Interests, Skilled Knowledge, serta Required Behaviours. Sementara itu, kompleksitas pekerjaan berada pada peran dan dinyatakan melalui Level of Work atau Stratum. Karena itu, capability dan stratum perlu dibedakan. Capability merujuk pada kapasitas individu, sedangkan stratum merujuk pada tingkat kompleksitas pekerjaan dalam sebuah role.
Managerial Leadership Workshop Quintave
Managerial Leadership Workshop Quintave berlandaskan kerangka Requisite Organization Dr. Elliott Jaques. Berdasarkan halaman resmi Quintave, workshop leadership ini berlangsung empat hari dan ditujukan bagi manajer pada Stratum 3 ke atas. Hari pertama membahas fondasi Requisite Organization dan Human Capability, termasuk bagaimana kapabilitas dipahami dalam kaitannya dengan pekerjaan.
Namun, workshop ini tidak berhenti pada kapabilitas. Hari berikutnya mencakup working relationships, role clarity, authority dan accountability, Functional Alignment, pengambilan keputusan, delegation, performance management, hingga penyusunan action plan. Dengan demikian, kapabilitas merupakan salah satu fondasi untuk memahami orang dan pekerjaan, bukan satu-satunya penjelasan atas efektivitas seorang manajer.
Pendekatan ini konsisten dengan teori Requisite Organization: effective managerial leadership berakar pada role dan work, lalu dijalankan melalui struktur dan managerial practices yang tepat. Jadi, tujuan workshop leadership bukan sekadar membuat peserta lebih percaya diri, tetapi membantu mereka memahami bagaimana menjalankan accountability dan praktik manajerial dalam konteks pekerjaan nyata.
Sebelum memilih workshop leadership, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “materinya menarik atau tidak?”, tetapi “apakah program ini relevan dengan role, Level of Work, kapabilitas, dan tantangan organisasi kami?” Pelajari workshop leadership Quintave lebih lanjut.
Source:
https://www.td.org/content/atd-blog/the-leadership-training-industry-is-broken
https://www.ddiworld.com/blog/leadership-skills-assessment
https://quintavekinerjamulia.com/solutions/managerial-leadership-practices/
https://books.google.com/books/about/Requisite_Organization.html?id=jkpYAAAAYAAJ


