Leadership development sering dirancang untuk membantu Manager menjadi komunikator yang lebih baik, lebih percaya diri, atau lebih mampu memotivasi tim. Kemampuan tersebut tentu penting. Namun, efektivitas seorang Manager tidak hanya ditentukan oleh personality atau gaya kepemimpinannya.
Bayangkan seorang Manager yang komunikatif dan berpengalaman, tetapi tidak memiliki kejelasan mengenai keputusan apa yang menjadi kewenangannya. Atau seorang Manager yang diminta bertanggung jawab atas hasil tim, tetapi tidak memiliki authority yang memadai untuk mengatur pekerjaan Subordinates-nya.
Dalam kondisi seperti ini, persoalannya bukan sekadar kemampuan individu. Ada masalah pada sistem tempat Manager tersebut bekerja.
Karena itu, leadership development yang efektif perlu melihat kepemimpinan bukan hanya dari sisi individu, tetapi juga dari struktur, role, accountability, authority, dan hubungan kerja di dalam organisasi.
Kesalahan Merancang Leadership Development
Survey yang dilakukan BrandonHall Group menemukan sekitar 75% organisasi menilai program pengembangan pemimpin mereka kurang efektif. Padahal, mereka sudah menghabiskan banyak anggaran untuk melatih para pemimpin mereka. Mengapa ini bisa terjadi?
Sebuah insight dari McKinsey menyebut bahwa salah satu penyebab utama kegagalan program leadership development adalah materi yang terlalu generik atau one-size-fits-all. Pendekatan ini tidak mempertimbangkan konteks, kebutuhan, dan tantangan struktural yang dihadapi setiap organisasi. Akibatnya, pelatihan hanya berfokus pada teori dan motivasi di ruang kelas. Materi yang diberikan pun tidak terhubung dengan sistem, peran, dan alur kerja yang dijalankan pemimpin dalam keseharian.
Kenyataannya, banyak masalah operasional dan produktivitas berakar pada desain struktural organisasi yang tidak jelas. Akuntabilitas yang kabur membuat tidak jelas siapa yang bertanggung gugat atas suatu hasil. Kewenangan yang tidak tegas membuat keputusan berlarut-larut. Penugasan yang lemah membuat bawahan harus menebak apa yang harus dikerjakan. Evaluasi yang subjektif juga membuat kinerja sulit dinilai secara adil.
Karena itu, program leadership development perlu membantu Manager memahami bagaimana menjalankan role tersebut dalam pekerjaan sehari hari.
Membangun Program Pelatihan Kepemimpinan yang Efektif
Alih-alih berfokus pada pembangunan kepribadian dan karisma individu, leadership development seharusnya dirancang berdasarkan struktur kerja yang jelas. Struktur menentukan siapa bertanggung jawab atas apa, kewenangan apa yang dimiliki, serta keputusan apa yang harus dibuat dalam suatu peran.
Dari sana, pelatihan kepemimpinan dapat diarahkan pada kemampuan menjalankan tanggung jawab tersebut melalui praktik manajerial yang nyata. Para peserta diajarkan cara menetapkan konteks, membuat perencanaan, memberikan tugas secara presisi, serta membuat keputusan sesuai tuntutan perannya.
Pendekatan ini menempatkan kepemimpinan sebagai kemampuan yang diterapkan dalam situasi kerja nyata. Dengan demikian, leadership development tidak hanya bertujuan untuk menjelaskan konsep dan teori untuk menjadi pemimpin yang karismatik. Program harus dapat membentuk leader yang benar-benar mampu menjalankan peran dan tanggung jawab kepemimpinannya di lingkungan organisasi secara efektif.
Konsep Managerial Leadership Workshop Quintave

Quintave Managerial Leadership Workshop menggunakan prinsip Requisite Organisation untuk membantu Manager memahami hubungan antara kepemimpinan, human capability, struktur organisasi, dan praktik manajerial. Program intensif empat hari ini dirancang untuk Manager pada Stratum 3 ke atas. Materinya mencakup prinsip dasar Requisite Organisation, human capability, working relationships, kejelasan role, accountability dan authority, Functional Alignment, delegation, decision making, hingga action planning untuk penerapan di tempat kerja.
Dengan pendekatan tersebut, leadership development tidak hanya bertujuan membuat seseorang terlihat lebih meyakinkan sebagai pemimpin. Fokusnya adalah membantu Manager menjalankan role dan accountability-nya dengan lebih efektif.
Karena organisasi tidak hanya membutuhkan pemimpin yang mampu menginspirasi. Organisasi membutuhkan Manager yang memahami apa yang harus dicapai, siapa yang memiliki authority untuk mengambil keputusan, bagaimana pekerjaan harus ditugaskan, dan bagaimana Subordinates dipimpin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan.
Di sinilah leadership development bergerak dari sekadar pengembangan individu menjadi bagian dari upaya membangun managerial system yang lebih efektif.
Pelajari lebih lanjut tentang Quintave Leadership Workshop untuk mengembangkan managerial leadership yang lebih terstruktur dan relevan dengan kebutuhan organisasi Anda.
Referensi:
https://hbr.org/2020/01/to-be-a-great-leader-you-need-the-right-mindset
https://www.mckinsey.com/featured-insights/leadership/why-leadership-development-programs-fail
Jaques, Elliott. (1998). Requisite Organization: A Total System for Effective Managerial Organization and Managerial Leadership for the 21st Century. Revised Second Edition. Cason Hall.



