Dalam proses rekrutmen, perusahaan tentu ingin mendapatkan kandidat yang kompeten sekaligus mampu bekerja secara efektif dalam lingkungan organisasinya. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit kandidat yang terlihat unggul secara teknis justru mengalami kesulitan ketika harus bekerja dalam sistem kerja, ritme tim, atau gaya kepemimpinan tertentu. Ketidaksesuaian seperti ini sering membuat karyawan tidak dapat menunjukkan kinerja optimal. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bahkan berujung pada meningkatnya turnover karyawan.
Penelitian menunjukkan bahwa kegagalan kerja tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kemampuan teknis. Studi yang dikutip oleh John M. Jennings menunjukkan bahwa hanya sekitar 11% kegagalan kerja disebabkan oleh kekurangan kemampuan teknis. Sebagian besar kegagalan kerja justru dipengaruhi oleh ketidaksesuaian antara individu dengan peran serta lingkungan kerja organisasi.
Hal ini menunjukkan bahwa memiliki kandidat yang kompeten saja tidak cukup. Perusahaan juga perlu memahami bagaimana seseorang kemungkinan akan bekerja dalam berbagai situasi kerja di organisasi. Salah satu cara untuk memperoleh gambaran tersebut adalah melalui work fit report.
Apa Itu Work Fit Report?
Work fit report adalah laporan yang memberikan insight mengenai bagaimana kandidat kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi kerja serta bagaimana preferensi kerjanya dapat selaras dengan lingkungan kerja organisasi.
Dalam sistem Prevue HR, work fit report dihasilkan dari hasil Personality Assessment dan membantu organisasi memahami bagaimana kandidat mungkin merespons konteks kerja yang berbeda.
Informasi ini membantu tim rekrutmen memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana kandidat kemungkinan akan bekerja dalam organisasi. Dengan demikian, keputusan rekrutmen tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis atau pengalaman kerja, tetapi juga mempertimbangkan keselarasan antara individu dan lingkungan kerja.
Pendekatan ini sejalan dengan pemikiran Dr. Elliott Jaques dalam buku Requisite Organization, yang menjelaskan bahwa efektivitas organisasi sangat dipengaruhi oleh keselarasan antara individu, peran, dan sistem kerja organisasi. Ketika seseorang ditempatkan pada lingkungan kerja yang sesuai dengan preferensi dan cara kerjanya, peluang keberhasilan kerja akan meningkat secara signifikan.
Mengapa Work Fit Report Penting dalam Rekrutmen?

Setiap organisasi memiliki lingkungan kerja yang unik. Perbedaan ini dapat berasal dari struktur organisasi, cara tim berkolaborasi, hingga gaya kepemimpinan yang diterapkan.
Seorang kandidat yang berhasil di satu perusahaan belum tentu akan berhasil di perusahaan lain apabila konteks kerjanya berbeda secara signifikan. Oleh karena itu, memahami keselarasan antara preferensi kerja kandidat dan lingkungan organisasi menjadi faktor penting dalam proses seleksi.
Melalui work fit report, perusahaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana kandidat kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi kerja serta bagaimana preferensi kerjanya selaras dengan lingkungan organisasi.
Ketika keselarasan tersebut tercapai, karyawan biasanya:
- lebih nyaman dalam bekerja
- lebih terlibat dalam pekerjaannya
- lebih konsisten dalam menunjukkan kinerja
Sebaliknya, ketidaksesuaian antara individu dan lingkungan kerja sering menjadi salah satu penyebab utama rendahnya keterlibatan kerja dan meningkatnya turnover karyawan.
Pandangan ini juga selaras dengan prinsip dalam Requisite Organization, yang menekankan pentingnya menempatkan individu pada peran dan konteks kerja yang tepat agar organisasi dapat berfungsi secara efektif.
Contoh Pentingnya Memahami Work Fit
Bayangkan sebuah perusahaan yang memiliki budaya kerja sangat kolaboratif, di mana diskusi terbuka dan pertukaran ide menjadi bagian penting dari aktivitas kerja sehari-hari.
Dalam proses rekrutmen, mungkin terdapat beberapa kandidat yang secara teknis mampu menjalankan tugas pada posisi tersebut. Namun belum tentu semua kandidat merasa nyaman bekerja dalam lingkungan yang sangat kolaboratif.
Jika organisasi merekrut individu yang memiliki preferensi kerja yang sangat berbeda dengan lingkungan tersebut, potensi ketidaksesuaian dapat muncul. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas kerja tim dan pada akhirnya berdampak pada kinerja organisasi.
Dengan memanfaatkan work fit report, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana kandidat kemungkinan akan bekerja dalam berbagai situasi kerja sebelum keputusan rekrutmen dibuat.
Bagaimana Work Fit Digunakan dalam Rekrutmen?
Untuk memperoleh insight yang lebih objektif, perusahaan dapat menggunakan alat asesmen berbasis data seperti Prevue Assessment dari Prevue HR.
Salah satu laporan yang tersedia dalam platform tersebut adalah work fit report, yang membantu organisasi memahami bagaimana kandidat kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi kerja serta bagaimana preferensi kerjanya dapat selaras dengan lingkungan kerja perusahaan.
Informasi yang dihasilkan dari work fit report disajikan dalam format yang jelas dan mudah dipahami. Hal ini memungkinkan tim HR maupun manajer untuk menggunakan laporan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam proses rekrutmen tanpa memerlukan latar belakang psikologi. Lihat contoh laporan Prevue Work Fit di sini.
Dengan memanfaatkan work fit report, organisasi dapat menginterpretasikan hasil Personality Assessment secara lebih kontekstual serta mengambil keputusan rekrutmen yang lebih objektif.
Referensi
Jaques, E. (1989). Requisite Organization: A Total System for Effective Managerial Organization and Managerial Leadership. Cason Hall & Co.
Jennings, J. M. The Hidden Reason Most New Hires Fail.
Prevue HR System – Work Fit
https://www.prevuehr.com/solutions/work-fit/
Prevue HR System
https://www.prevuehr.com/
Quintave Kinerja Mulia
https://quintavekinerjamulia.com/solutions/prevue-hr-system/


