Mengapa Karyawan Terbaik Gagal Setelah Promosi Jabatan? Ini Penjelasannya

Karyawan berkinerja tinggi sering menjadi kandidat utama untuk promosi jabatan. Namun, keberhasilan pada pekerjaan saat ini tidak otomatis menunjukkan kesiapan untuk tanggung jawab yang lebih besar. Ketika seseorang berpindah dari peran kontributor individual ke peran manajerial, ukuran keberhasilannya ikut berubah: bukan hanya menghasilkan kinerja pribadi, tetapi juga mengarahkan, mendelegasikan, dan membantu orang lain bekerja secara efektif.

Artikel Forbes karya William Arruda, yang mengutip riset CEB Global, menyebut 60% manajer baru gagal dalam 24 bulan pertama. McKinsey juga menyatakan 40-50% pemimpin baru gagal dalam 18 bulan pertama. Angka tersebut menggambarkan risiko transisi kepemimpinan, bukan tingkat kegagalan seluruh promosi jabatan. Karena itu, keputusan promosi perlu melihat kesiapan terhadap peran baru, bukan hanya prestasi pada peran lama.

Jebakan Promosi Jabatan

Di banyak organisasi, karyawan yang paling dapat diandalkan sering dipandang sebagai pilihan paling aman. Mereka memahami pekerjaan, mencapai target, dan mampu menyelesaikan masalah. Namun, setelah dipromosikan, tuntutan pekerjaan dapat berubah secara mendasar. Seorang manajer perlu membangun hubungan, berkomunikasi, memengaruhi, menetapkan prioritas, serta menghasilkan kinerja melalui tim.

Dalam kerangka Requisite Organization, Elliott Jaques menjelaskan bahwa tingkat pekerjaan yang berbeda membawa kompleksitas dan rentang pengambilan keputusan yang berbeda. Kerangka ini dapat membantu memahami mengapa keberhasilan pada satu tingkat jabatan tidak otomatis menjamin keberhasilan pada tingkat berikutnya. Namun, kesiapan promosi tidak sebaiknya dinilai dari satu kerangka saja.

Forbes juga menekankan bahwa manajer baru membutuhkan pengembangan yang sesuai dengan kekuatan, kesenjangan kemampuan, dinamika tim, dan tuntutan bisnisnya. Artinya, promosi jabatan yang efektif tidak berhenti pada pemilihan kandidat; organisasi juga perlu menyiapkan dukungan agar orang tersebut mampu beradaptasi dengan tanggung jawab barunya.

Apakah Salah Memilih Karyawan Terbaik untuk Promosi?

Memberikan promosi jabatan kepada karyawan berkinerja tinggi tentu bukan keputusan yang salah. Masalah muncul ketika kinerja masa lalu diperlakukan sebagai satu-satunya bukti kesiapan. Prestasi sebelumnya tetap relevan, tetapi perlu dibaca bersama tuntutan posisi baru, kemampuan memimpin, potensi pengembangan, dan kesiapan menghadapi kompleksitas yang berbeda.

Karena itu, perusahaan perlu menilai apa yang akan berubah setelah promosi jabatan. Kandidat mungkin perlu memperkuat kemampuan mendelegasikan, memberikan umpan balik, membangun hubungan kerja, atau mengambil keputusan dalam cakupan yang lebih luas. Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, dan pengalaman bertahap dapat membantu mengurangi kesenjangan tersebut.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Prevue bahwa perencanaan suksesi seharusnya berfokus pada persiapan, bukan sekadar penetapan orang sejak awal. Perencanaan suksesi membantu organisasi mengidentifikasi talenta, menemukan kesenjangan kompetensi, dan menyiapkan pengembangan agar tersedia pilihan yang lebih siap ketika kebutuhan perubahan muncul.

Keputusan Promosi Jabatan Berbasis Data

Agar keputusan ini lebih terukur, perusahaan perlu membandingkan profil kandidat dengan kebutuhan posisi yang akan ditempati. Data asesmen dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kesesuaian tersebut, tetapi sebaiknya tetap digunakan bersama rekam jejak kinerja, pengalaman, wawancara, dan kebutuhan pengembangan.

Prevue Succession-Planning Multi Position Report membantu membandingkan hasil Prevue Assessment seorang karyawan dengan tolok ukur beberapa posisi di perusahaan. Laporan ini dapat memberikan gambaran mengenai posisi mana yang relatif lebih sesuai berdasarkan aspek yang diukur Prevue. Informasi tersebut bukan keputusan promosi otomatis, melainkan tambahan bukti untuk mendukung perencanaan karier dan suksesi secara lebih terstruktur.

Dengan pendekatan ini, promosi jabatan dapat dipandang bukan sekadar penghargaan atas kinerja masa lalu, tetapi keputusan tentang kesiapan menghadapi pekerjaan berikutnya. Perusahaan juga dapat mengenali area pengembangan lebih awal sebelum perubahan peran terjadi. Kunjungi Quintave untuk mempelajari bagaimana Prevue Succession-Planning Multi Position Report dapat mendukung proses promosi jabatan di organisasi Anda.

Sumber:

https://www.forbes.com/sites/williamarruda/2023/02/15/why-most-new-managers-fail-and-how-to-prevent-it/
https://www.prevuehr.com/resources/insights/succession-planning-preparation-not-pre-selection/
https://www.mckinsey.com/capabilities/people-and-organization/our-insights/the-organization-blog/it-really-isnt-about-100-days
Jaques, E. (1998). Requisite Organization.

Company

Quintave mission is to help CEOs to create the future through the power of intention, corporate values and strategic direction while exercising sustainable stakeholder stewardship.

Our Solutions

Most Recent Posts

Category

© 2024 by Quintave Kinerja Mulia. All right reserved.